Rincian Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2024 Secara Lengkap

- 17 Januari 2024, 15:19 WIB
Daftar Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2024
Daftar Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2024 /Pixabay/

TRENGGALEKPEDIA.COM - Ini informasi mengenai iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang harus dibayar oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan ini berlaku untuk iuran penerima upah, iuran bukan penerima upah, dan iuran Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Iuran di masing-masing kategori di atas tentunya berbeda dan akan mengacu pada klasifikasi jenis pekerjaan dan jenis upah yang diterima.

Baca Juga: Dapatkan BLT Rp600 Ribu bagi Pemegang KIS BPJS Kesehatan, Ini Cara Mencairkan Bansos dari Pemerintah

Mengapa JKK BPJS Ketenagakerjaan Penting?

Takdir manusia memang tidak ada yang tahu, termasuk apa yang akan terjadi ketika seseorang sedang berkerja.

Kecelakaan kerja memang bukan hal yang diinginkan, namun jika itu terjadi, setidaknya sudah ada persiapan, yaitu dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Klaim Dana Siaga Rp25 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Ini Syarat dan Ketentuan Mencairkannya

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan ikhtiar untuk melindungi diri seorang pekerja dan juga keluargannya.

Peserta bisa mendapatkan JKK dari BPJS Ketenagakerjaan dengan cara mendaftarkan diri pada fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah.

Dengan bergabungnya peserta di JKK, maka mereka berhak mendapatkan bantuan uang tunai atau pelayanan kesehatan ketika mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat lingkungan kerja.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, 3 Akan Dihapus, Segini Iurannya Sekarang, Masih Sama?

Iuran JKK BPJS Ketenagakerjaan

Iuran JKK BPJS Ketenagakerjaan ini dibedakan berdasarkan status peserta, di antaranya penerima upah, bukan penerima upah, dan pekerja jasa konstruksi, hingga pekerja migran.

Sehingga besaran iuran yang harus ditanggung berkisar dari persentase upah atau jumlah penghasilan masing-masing. Adapun rinciannya sebagai berikut:.

Iuran Penerima Upah

Tingkat risiko rendah iurannya adalah 0,24% dari upah sebulan

Tingkat risiko tinggi iurannya adalah 1,74% dari upah sebulan

Baca Juga: 6 Cara Cek BPJS Kesehatan dengan NIK, Mulai dari SMS hingga WA PANDAWA

Iuran Bukan Penerima Upah

Penghasilan Rp10 ribu hingga Rp1 juta iurannya adalah mulai dari Rp10 ribu

Penghasilan Rp 20,2 juta atau lebih iurannya adalah Rp207 ribu

Iuran Pekerja Migran Indonesia

Sebelum bekerja iurannya adalah Rp37.500

Selama dan setelah bekerja iurannya adalah Rp332,5 ribu (dibayar sebelum PMI berangkat)

Demikian informasi mengenai rincian iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan secara lengkap. Semoga bermanfaat.***

Editor: Dani Saputra


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah